Tiga agama samawi yang berasal dari
keturunan Abraham/Ibrahim ini adalah Islam, Kristen, dan Yahudi.
Ketiganya memiliki persamaan yaitu sama-sama mengakui Abraham/Ibrahim
sebagai Bapak Para Nabi dan Musa sebagai Nabi yang diturunkan Kitab
Taurat.
Kemudian apakah yang menyebabkan tiga agama samawi itu berbeda?
Karena saya memeluk agama Islam, maka
saya menjawabnya dari sudut pandang yang dipengaruhi oleh Islam,
meskipun saya sebenarnya sudah mencoba seobjektif mungkin untuk
menjelaskannya.
Yahudi
Ada semacam salah
kaprah yang timbul di kalangan awam, yaitu tentang ras/bangsa yahudi
dengan agama yahudi. Dalam bahasa Inggris, kedua istilah tersebut
dibedakan dengan kata Jew/Jewish untuk ras Yahudi dan Judaism
untuk agama Yahudi. Namun, dalam bahasa Indonesia, sepertinya kedua
kata tersebut memiliki arti yang sama yaitu Yahudi, padahal tidak. Jadi,
bangsa Yahudi belum tentu menganut agama Yahudi.
Kitab agama Yahudi
adalah Taurat, yang didampingi oleh Talmud sebagai penjelasan dari
Taurat. Sebenarnya, Talmud ini merupakan hasil diskusi dari
pemuka-pemuka agama Yahudi. Jadi bukan kitab yang diajarkan secara
langsung dari Musa. Namun anehnya, sekarang Talmud seolah-olah menjadi
kitab yang utama meskipun dalam ajaran Yahudi, Taurat tetaplah menjadi
dasar bagi agama Yahudi.
Sejarah agama dan
bangsa Yahudi diawali dari Mesir. Dibawa oleh Nabi Musa dan dianut oleh
umat Nabi Musa saja yakni bangsa Israel. Jadi, sebenarnya agama ini
adalah agama keturunan bangsa Yahudi, tidak bisa dianut oleh bangsa
lain. Nama Tuhan yang mereka sembah sebenarnya tidak diketahui sampai
sekarang karena menurut kepercayaan mereka dari dahulu, nama asli Tuhan
itu terlalu suci dan tabu untuk diucapkan. Jadi mereka hanya menyebut
nama-nama lain yang mewakili Tuhan. Seiring waktu berjalan, nama Tuhan
mereka pun akhirnya hilang karena kitab-kitab dan manuskrip-manuskrip
yang ada tidak menyebutkan nama asli sedangkan secara lisan juga tidak
pernah diucapkan.
Ada juga riwayat
tentang Nabi Musa yang tidak bisa berbicara secara jelas. Hal ini
disebabkan karena dulu waktu Musa masih kanak-kanak, Fir’aun hampir
membunuh Musa karena sesuatu hal yang membuatnya marah. Namun istri
Fir’aun menenangkan Fir’aun dan menjelaskan bahwa Musa masih kanak-kanak
dan belum mengerti apa-apa. Sebagai buktinya, istri Fir’aun
menganjurkan Fir’aun untuk menguji Musa dengan meletakkan dua benda di
hadapan Musa, yakni roti dan bara api. Jika Musa sudah mengerti, maka ia
pasti mengambil roti. Tapi jika memang Musa belum mengerti apa-apa,
maka ia akan mengambil bara api. Lalu Musa pun mengambil bara api dan
memasukkan benda itu ke dalam mulut sampai lidahnya melepuh, sehingga
kecelakaan itu menjadikan lidahnya tidak bisa mengucapkan sesuatu dengan
fasih seumur hidupnya. Maka dari itu pada saat Musa diangkat menjadi
Nabi dan Rasul, ia meminta pada Tuhan untuk menjadikan Harun sebagai
juru bicaranya agar Fir’aun dan umatnya saat itu mengerti apa yang ia
utarakan. Oleh karena itu, Musa tidak pernah menyebut nama orisinal
Tuhan karena ia takut dalam pengucapannya terjadi kesalahpahaman. Namun,
berabad-abad kemudian, terjadi kesepakatan antarpemuka agama Yahudi
untuk menjadikan Tetragrammaton yang ada dalam manuskrip-manuskrip kuno
bangsa Yahudi, termasuk Taurat, sebagai nama Tuhan, yakni YHWH.
Agama Yahudi tidak
pernah mengakui bahwa Isa adalah Nabi, apalagi mengakuinya sebagai
Tuhan. Yahudi adalah agama keturunan yang hanya bisa dianut oleh bangsa
Yahudi sendiri. Maka dari itu agama ini tidak berkembang pesat dan
pemeluknya pun sedikit, tidak seperti dua agama samawi lainnya, yakni
Islam dan Kristen yang bisa dianut oleh siapapun.
Kristen
Pada awal kemunculan
Isa sebagai Nabi, hal ini ditentang oleh para pemuka Yahudi dan penguasa
Yerusalem saat itu, sehingga pada akhirnya, ia dihukum salib. Namun
menurut kepercayaan sebagian besar umat Islam dan Kristen, Isa
sebenarnya tidaklah meninggal dunia, namun ia diangkat/naik ke surga.
Bagi umat Kristen, penyaliban Isa ini dianggap sebagai penebusan dosa
seluruh umat manusia dari zaman Nabi Adam.
Kitab agama Kristen adalah Injil (berasal dari bahasa Arab) atau dalam bahasa Inggris disebut Gospel. Injil
yang dimaksud di sini menunjuk ke empat Kitab Perjanjian Baru yakni
Injil Matius, Injil Lukas, Injil Markus, dan Injil Yohanes. Namun umat
Kristen juga melihat referensi dalam kitab sebelumnya yaitu Taurat atau
dalam istilah Kristen disebut Kitab Perjanjian Lama.
Yang saya ketahui,
ajaran Ketuhanan yang dibawa Nabi Isa sesungguhnya bukanlah Trinitas.
Hal ini dapat diketahui karena sebelumnya, agama Yahudi pun tidak
mengajarkan tentang Trinitas. Trinitas mulai muncul pada sekitar abad
ke-4 sebagai kesepakatan antara pemuka agama Kristen dan penguasa Roma
saat itu untuk melegalisasi agama Kristen sebagai agama resmi sehingga
timbul kemungkinan bahwa dalam kesepakatan itu unsur-unsur kepercayaan
Romawi sebelumnya dimasukkan ke dalam ajaran Kristen. Trinitas dalam
ajaran Kristen menyebar dan menjadi semakin kokoh sebagai dogma pokok
dalam ajaran Kristen.
Sebenarnya yang
dimaksud dengan Trinitas ini adalah tiga peran berbeda dalam satu
entitas. Tapi kadang orang awam mengartikannya sebagai tiga entitas yang
berbeda. Yang jadi perdebatan antara umat Islam dan umat Kristen adalah
mengenai ketuhanan Isa. Dalam agama Islam, Isa adalah seorang nabi dan
rasul yang diutus oleh Allah. Sedangkan dalam ajaran Kristen, Isa
merupakan penjelmaan dari Allah dalam bentuk manusia. Lain halnya dengan
Yahudi yang sama sekali tidak mengakui Isa baik sebagai nabi/rasul
maupun Tuhan.
Islam
Islam hadir di
tengah-tengah budaya jahiliyah bangsa Arab yang menyembah
berhala-berhala untuk mengembalikan esensi agama yang sesungguhnya
(Tauhid) dengan diutusnya Muhammad sebagai Nabi dan Rasul Allah yang
terakhir untuk seluruh umat manusia, sehingga tidak ada lagi Nabi dan
Rasul setelah Muhammad.
Kitab umat Islam adalah
Al-Qur’an, yang turun secara berangsur-angsur mulai dari Nabi Muhammad
diangkat menjadi Nabi dan Rasul sampai dengan wafatnya. Isi kitab
Al-Qur’an tidak pernah berubah dan cuma ada satu versi sejak dulu sampai
sekarang, sehingga orisinalitasnya tetap terjaga.
Islam mengakui nabi dan
rasul sebelum Muhammad dan mengakui kitab-kitab yang diturunkan sebelum
Al-Qur’an, namun oleh karena menurut ajaran Islam kitab-kitab yang ada
sekarang ini sudah tidak asli, maka umat Islam cukup mengimani
keberadaan kitab-kitab terdahulu saja, bukan mengimani isi kitab-kitab
terdahulu yang sekarang ada.
Inti dari ajaran Islam
adalah mengakui Keesaan Allah sebagai Tuhan Yang Satu, tidak ada lagi
Tuhan selain Allah, sehingga apabila seseorang mengakui bahwa Allah
adalah Tuhan Yang Esa, maka ia wajib berserah diri pada Allah dengan
cara mengerjakan semua yang diperintahkan oleh-Nya dan menjauhi semua
yang dilarang oleh-Nya.
Penutup
Begitulah yang dapat
saya jelaskan tentang ketiga agama samawi tersebut. Sekali lagi saya
tekankan bahwa ini adalah sudut pandang saya yang memeluk agama Islam,
jika ada perbedaan pandangan, itu bukanlah suatu yang patut untuk
diperselisihkan, dilecehkan, atau direndahkan. Mari kita berbeda
pendapat namun tetap saling menghargai dan menghormati. Sebenarnya masih
banyak yang ingin saya sampaikan mengenai hal ini khususnya agama Islam
yang saya peluk, namun karena keterbatasan waktu, saya tidak bisa
menuliskannya. Mungkin di lain waktu saya akan menambahkan lagi. Terima
kasih telah menyempatkan diri untuk membaca.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar