Selasa, 23 Oktober 2012

Islam, Kristen, dan Yahudi


Tiga agama samawi yang berasal dari keturunan Abraham/Ibrahim ini adalah Islam, Kristen, dan Yahudi. Ketiganya memiliki persamaan yaitu sama-sama mengakui Abraham/Ibrahim sebagai Bapak Para Nabi dan Musa sebagai Nabi yang diturunkan Kitab Taurat.
Kemudian apakah yang menyebabkan tiga agama samawi itu berbeda?
Karena saya memeluk agama Islam, maka saya menjawabnya dari sudut pandang yang dipengaruhi oleh Islam, meskipun saya sebenarnya sudah mencoba seobjektif mungkin untuk menjelaskannya.
Yahudi
Ada semacam salah kaprah yang timbul di kalangan awam, yaitu tentang ras/bangsa yahudi dengan agama yahudi. Dalam bahasa Inggris, kedua istilah tersebut dibedakan dengan kata Jew/Jewish untuk ras Yahudi dan Judaism untuk agama Yahudi. Namun, dalam bahasa Indonesia, sepertinya kedua kata tersebut memiliki arti yang sama yaitu Yahudi, padahal tidak. Jadi, bangsa Yahudi belum tentu menganut agama Yahudi.
Kitab agama Yahudi adalah Taurat, yang didampingi oleh Talmud sebagai penjelasan dari Taurat. Sebenarnya, Talmud ini merupakan hasil diskusi dari pemuka-pemuka agama Yahudi. Jadi bukan kitab yang diajarkan secara langsung dari Musa. Namun anehnya, sekarang Talmud seolah-olah menjadi kitab yang utama meskipun dalam ajaran Yahudi, Taurat tetaplah menjadi dasar bagi agama Yahudi.
Sejarah agama dan bangsa Yahudi diawali dari Mesir. Dibawa oleh Nabi Musa dan dianut oleh umat  Nabi Musa saja yakni bangsa Israel. Jadi, sebenarnya agama ini adalah agama keturunan bangsa Yahudi, tidak bisa dianut oleh bangsa lain. Nama Tuhan yang mereka sembah sebenarnya tidak diketahui sampai sekarang karena menurut kepercayaan mereka dari dahulu, nama asli Tuhan itu terlalu suci dan tabu untuk diucapkan. Jadi mereka hanya menyebut nama-nama lain yang mewakili Tuhan. Seiring waktu berjalan, nama Tuhan mereka pun akhirnya hilang karena kitab-kitab dan manuskrip-manuskrip yang ada tidak menyebutkan nama asli sedangkan secara lisan juga tidak pernah diucapkan.
Ada juga riwayat tentang Nabi Musa yang tidak bisa berbicara secara jelas. Hal ini disebabkan karena dulu waktu Musa masih kanak-kanak, Fir’aun hampir membunuh Musa karena sesuatu hal yang membuatnya marah. Namun istri Fir’aun menenangkan Fir’aun dan menjelaskan bahwa Musa masih kanak-kanak dan belum mengerti apa-apa. Sebagai buktinya, istri Fir’aun menganjurkan Fir’aun untuk menguji Musa dengan meletakkan dua benda di hadapan Musa, yakni roti dan bara api. Jika Musa sudah mengerti, maka ia pasti mengambil roti. Tapi jika memang Musa belum mengerti apa-apa, maka ia akan mengambil bara api. Lalu Musa pun mengambil bara api dan memasukkan benda itu ke dalam mulut sampai lidahnya melepuh, sehingga kecelakaan itu menjadikan lidahnya tidak bisa mengucapkan sesuatu dengan fasih seumur hidupnya. Maka dari itu pada saat Musa diangkat menjadi Nabi dan Rasul, ia meminta pada Tuhan untuk menjadikan Harun sebagai juru bicaranya agar Fir’aun dan umatnya saat itu mengerti apa yang ia utarakan. Oleh karena itu, Musa tidak pernah menyebut nama orisinal Tuhan karena ia takut dalam pengucapannya terjadi kesalahpahaman. Namun, berabad-abad kemudian, terjadi kesepakatan antarpemuka agama Yahudi untuk menjadikan Tetragrammaton yang ada dalam manuskrip-manuskrip kuno bangsa Yahudi, termasuk Taurat, sebagai nama Tuhan, yakni YHWH.
Agama Yahudi tidak pernah mengakui bahwa Isa adalah Nabi, apalagi mengakuinya sebagai Tuhan. Yahudi adalah agama keturunan yang hanya bisa dianut oleh bangsa Yahudi sendiri. Maka dari itu agama ini tidak berkembang pesat dan pemeluknya pun sedikit, tidak seperti dua agama samawi lainnya, yakni Islam dan Kristen yang bisa dianut oleh siapapun.
Kristen
Pada awal kemunculan Isa sebagai Nabi, hal ini ditentang oleh para pemuka Yahudi dan penguasa Yerusalem saat itu, sehingga pada akhirnya, ia dihukum salib. Namun menurut kepercayaan sebagian besar umat Islam dan Kristen, Isa sebenarnya tidaklah meninggal dunia, namun ia diangkat/naik ke surga. Bagi umat Kristen, penyaliban Isa ini dianggap sebagai penebusan dosa seluruh umat manusia dari zaman Nabi Adam.
Kitab agama Kristen adalah Injil (berasal dari bahasa Arab) atau dalam bahasa Inggris disebut Gospel. Injil yang dimaksud di sini menunjuk ke empat Kitab Perjanjian Baru yakni Injil Matius, Injil Lukas, Injil Markus, dan Injil Yohanes. Namun umat Kristen juga melihat referensi dalam kitab sebelumnya yaitu Taurat atau dalam istilah Kristen disebut Kitab Perjanjian Lama.
Yang saya ketahui, ajaran Ketuhanan yang dibawa Nabi Isa sesungguhnya bukanlah Trinitas. Hal ini dapat diketahui karena sebelumnya, agama Yahudi pun tidak mengajarkan tentang Trinitas. Trinitas mulai muncul pada sekitar abad ke-4 sebagai kesepakatan antara pemuka agama Kristen dan penguasa Roma saat itu untuk melegalisasi agama Kristen sebagai agama resmi sehingga timbul kemungkinan bahwa dalam kesepakatan itu unsur-unsur kepercayaan Romawi sebelumnya dimasukkan ke dalam ajaran Kristen. Trinitas dalam ajaran Kristen menyebar dan menjadi semakin kokoh sebagai dogma pokok dalam ajaran Kristen.
Sebenarnya yang dimaksud dengan Trinitas ini adalah tiga peran berbeda dalam satu entitas. Tapi kadang orang awam mengartikannya sebagai tiga entitas yang berbeda. Yang jadi perdebatan antara umat Islam dan umat Kristen adalah mengenai ketuhanan Isa. Dalam agama Islam, Isa adalah seorang nabi dan rasul yang diutus oleh Allah. Sedangkan dalam ajaran Kristen, Isa merupakan penjelmaan dari Allah dalam bentuk manusia. Lain halnya dengan Yahudi yang sama sekali tidak mengakui Isa baik sebagai nabi/rasul maupun Tuhan.
Islam
Islam hadir di tengah-tengah budaya jahiliyah bangsa Arab yang menyembah berhala-berhala untuk mengembalikan esensi agama yang sesungguhnya (Tauhid) dengan diutusnya Muhammad sebagai Nabi dan Rasul Allah yang terakhir untuk seluruh umat manusia, sehingga tidak ada lagi Nabi dan Rasul setelah Muhammad.
Kitab umat Islam adalah Al-Qur’an, yang turun secara berangsur-angsur mulai dari Nabi Muhammad diangkat menjadi Nabi dan Rasul sampai dengan wafatnya. Isi kitab Al-Qur’an tidak pernah berubah dan cuma ada satu versi sejak dulu sampai sekarang, sehingga orisinalitasnya tetap terjaga.
Islam mengakui nabi dan rasul sebelum Muhammad dan mengakui kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur’an, namun oleh karena menurut ajaran Islam kitab-kitab yang ada sekarang ini sudah tidak asli, maka umat Islam cukup mengimani keberadaan kitab-kitab terdahulu saja, bukan mengimani isi kitab-kitab terdahulu yang sekarang ada.
Inti dari ajaran Islam adalah mengakui Keesaan Allah sebagai Tuhan Yang Satu, tidak ada lagi Tuhan selain Allah, sehingga apabila seseorang mengakui bahwa Allah adalah Tuhan Yang Esa, maka ia wajib berserah diri pada Allah dengan cara mengerjakan semua yang  diperintahkan oleh-Nya dan menjauhi semua yang dilarang oleh-Nya.
Penutup
Begitulah yang dapat saya jelaskan tentang ketiga agama samawi tersebut. Sekali lagi saya tekankan bahwa ini adalah sudut pandang saya yang memeluk agama Islam, jika ada perbedaan pandangan, itu bukanlah suatu yang patut untuk diperselisihkan, dilecehkan, atau direndahkan. Mari kita berbeda pendapat namun tetap saling menghargai dan menghormati. Sebenarnya masih banyak yang ingin saya sampaikan mengenai hal ini khususnya agama Islam yang saya peluk, namun karena keterbatasan waktu, saya tidak bisa menuliskannya. Mungkin di lain waktu saya akan menambahkan lagi. Terima kasih telah menyempatkan diri untuk membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar